Moeldoko Bicara Lalat – Lalat Politik, Dikritik PKS

Kepala Staf Presiden, Meldoko, mengingatkan ke semua pihak agar tak menjadi lalat – lalat politik yang mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menangani pandemic Covid-19.

PKS juga mengkritis Moeldoko yang dinilai tak sepantasnya berucap demikian. “Politik itu perjuangan. Tidak layak seorang pejabat negara memberi label yang buruk,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Minggu 11 Juli 2021.

Mardani mengatakan bahwa dalam politik seharusnya ada check and balance. Menurutnya politik yang sehat justru memberi ruangan bagi kontrol kekuasaan.

“Semua pihak justru perlu menyatukan diri dengan semangat persatuan. Bukan saling melabelkan,” ucap Mardani.

Seperti diketahui, Moeldoko meminta masyarakat agar tidak pesimis dalam upaya keluar dari krisis Covid-19. Selain itu, ia juga meminta semua pihak agar tidak menjadi lalat politik.

Awalnya, ia meminta masyarakat agar tidak hanya mengkritik namun juga menghadirkan solusi. Mantan Panglima TNI ini meminta semua pihak mulai melepaskan perbedaan serta kepentingan untuk merefleksikan hal – hal yang bisa dikontribusikan pada kemajuan bangsa.

“Pemerintah tidak antikritik, namun untuk saat ini marilah sertai kritikan dengan solusi. Bantu kami berpikir dan bantu kami menyelamatkan masyarakat. Mari kita sama-sama bergerak untuk pemulihan bersama,” imbaunya.

Ia lalu mengingatkan kepada semua pihak agar tidak menjadi lalat – lalat politik, menurutnya, lalat – lalat politik inilah yang mengganggu konsentrasi dalam penanganan pandemic.

“Saya mengingatkan semua pihak, janganlah menjadi lalat-lalat politik yang justru mengganggu konsentrasi,” ungkap Moeldoko.

Dia menjelaskan bahwa lalat-lalat politik ini mengganggu konsentrasi mereka yang bekerja keras. Para tenaga kesehatan hingga ASN saat ini bekerja keras agar bisa keluar dari krisis ini.

“Konsentrasi siapa? Mereka-mereka yang saat ini bekerja keras. Bahkan mempertaruhkan hidup dan mati. Para tenaga medis dan para ASN saat ini bekerja keras untuk kita semua,” tuturnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko agar tak menjadi lalat politik di tengah pandemi Covid-19.

Herzaky menyatakan pihak istana seharusnya introspeksi diri dan mempertanyakan siapa yang mengundang lalat politik di lingkungan istana, lantaran menurut dia lalat selalu berkerumun di tumpukan sampah atau bangkai.

“Istana perlu introspeksi diri. Siapa yang menjadi sampah dan bangkai di lingkungan istana,” kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya yang diterima jpnn.com Senin 12 Juli.

Herzaky juga menyebutkan apakah yang dimaksud oleh Moeldoko, di saat Presiden Joko Widodo sedang sibuk menyelamatkan rakyat Indonesia di tengah Pandemi Covid-19, ada beberapa oknum yang sibuk mencari keuntungan.

“Mungkin itu yang dimaksud Moeldoko,” lanjutnya. Seharusnya, lanjut Herzaky, selaku KSP Moeldoko bisa fokus dengan tugasnya membantu presiden menyelamatkan nyawa rakyat, ketimbang sibuk bermanuver politik berusaha mengambil paksa Partai Demokrat seperti yang terus berusaha dilakukannya selama ini.

“Kerja benar dan tunjukkan hasil nyata bantu rakyat. Tunjukkan kalau beliau pelaku demokrasi, bukan pelaku abuse of power,” sambungnya.

Alumnus Universitas Indonesia itu juga mengaku kasihan dengan Presiden Jokowi jika memang ada orang di sekelilingnya yang malah menjadi lalat atau tumpukan sampah politik.

“Mungkin Moeldoko selaku KSP bisa bantu Bapak Presiden untuk bersih-bersih sampah politik, bangkai politik, dan lalat politik di sekitar istana, jika memang ada lalat politik sesuai dengan statemennya sendiri,” jelas ketua ikatan alumni UI itu.

Herzaky mengaku bahwa Demokrat hingga sekarang terus membantu masyarakat di tengah pandemic