Dampak Buruk Yang Dihasilkan Ketika Terlalu Banyak Konsumsi Alpukat

Siapa disini yang tidak tahu buah alpukat? Buah yang satu ini memang sangat enak, apalagi ketika dijus dan dicampur dengan susu kental manis coklat.

Alpukat juga menjadi symbol nutrisi yang baik karena mengandung lemak tak jenuh dan juga terdapt banyak penelitian yang menunjukan manfaat kesehatannya.

“Alpukat adalah sumber lemak yang menyehatkan jantung,” kata ahli gizi terdaftar, Toby Smithson, MS, RDN, CDE.

“Alpukat bebas dari kolesterol dan lemak jenuh. Penelitian telah menunjukkan hubungan antara mengonsumsi jenis lemak baik (tak jenuh) dalam alpukat dengan peningkatan kadar kolesterol baik (HDL),” sambung dia.

Buah ini juga sangat populer karena biasanya buah ini sering kali dimasukan ke dalam menu diet kebanyakan orang sehari-hari.

Walaupun demikian, apabila kita terlalu banyak mengonsumsi alpukat ini terdapat efek samping yang kurang baik, maka dari itu sangat tidak disarankan terlalu berlebihan.

Efek negative yang ditimbulkan dengan mengonsumsi alpukat terlalu banyak akan kami jabarkan dibawah ini, jadi pastikan kamu simak baik-baik ya.

Dampak pertama yang biasanya dirasakan adalah sakit kepala, apukat sendiri memiliki sumber asam amino tirosin yang secara alami akan terurai menjadi tiramin dalam tubuh.

Tiramin dalam alpukat sendiri dikatikan bisa menjadi pemicu sakit kepala maupun migrain, karena tiramin dalam kadar tinggi dapat memicu sakit kepala dan juga tekanan darah bisa meningkat.

National Headadche Foundation juga mencata bahwa alpukat merupakan salah satu makanan yang harus dikonsumsi dengan hati-hati jika tidak ingin sakit kepala.

Efek samping kedua yang ditimbulkan adalah iritasi usus besar, alpukat juga memiliki kandungan sorbitol atau gula alcohol dengan rasa manis.

Sorbitol sendiri biasanya akan berjalan ke susu dan difermentasi oleh bakteri usus kita, apabila kita sering mengalami kembung, kita harus makan alpukat dalam volume yang sedang.

Karena makan terlalu banyak alpukat sendiri bisa menyebabkan IBS atau sindrom iritasi usus besar kambuh.

Sorbitol merupakan pencahar alami, sehingga makan alpukat secara berlebihan dapat menarik banyak air ke usus besar dan merangsang pergerakan usus.

Efek selanjutnya adalah Reaksi alergi, Dokter dan ahli diet melaporkan bahwa beberapa orang mengembangkan respons alergi oral ringan seperti rasa gatal pada bibir, mulut, dan tenggorokan setelah makan banyak alpukat.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Biochemical Society Transactions, hingga setengah dari orang-orang yang alergi terhadap lateks alami sangat sensitif terhadap makanan nabati tertentu, termasuk alpukat, pisang, tomat, persik, dan paprika.

Efek samping keempat yaitu Interaksi obat, menurut National Institutes of Health (NIH), alpukat mengandung vitamin K, nutrisi yang dapat mengurangi efek obat pengencer darah seperti warfarin yang menempatkan kita pada risiko pembekuan darah.

Satu buah alpukat mengandung 42 mikrogram vitamin K yang setara dengan 35 persen dari nilai harian vitamin tersebut.

Konsultasikan dengan dokter sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan, terutama jika kita adalah pasien jantung yang menggunakan obat pengencer darah.

Alpukat merupakan buah yang padat kalori. Sementara itu, kepadatan nutrisi lebih penting daripada kepadatan kalori untuk kesehatan.

“Jika kita mencoba mengatur berat badan, makan alpukat dalam jumlah berlebihan atau lebih dari satu buah per hari dapat menyebabkan kelebihan energi yang meningkatkan lemak,” kata ahli gizi Lisa Moskovitz, RD, CDN.

“Tentu saja, ini semua tergantung pada orangnya dan juga apa yang kita makan di sepanjang hari itu,” imbuh dia.